Dijual Tanah dan Bangunan Dekat Ka...
Rumah Dijual
Rp 7.767.000.000 Nego
  • LT: 1862 m2
  • LB: 500 m2
  • KT: 8
  • KM: 8
TERSEWA - Disewakan Ruko 2 Lantai ...
Ruko Disewakan
Rp 90.000.000/tahun Nego
  • LT: 140 m2
  • LB: 207 m2
  • KT: 2
  • KM: 2
Jual Tanah Strategis di Pusat Kota...
Tanah Dijual
Rp 1.200.000.000 Nego
  • LT: 420 m2
Dijual Rumah Villa Ada Kolam Renan...
Rumah Dijual
Rp 10.000.000.000 Nego
  • LT: 2.604 m2
  • LB: 800 m2
  • KT: 12
  • KM: 10
Tanah Strategis Dijual Dekat Kampu...
Tanah Dijual
Rp 1.050.000.000 Nego
  • LT: 415 m2
Beranda » Blog » Perijinan Properti

Perijinan Properti

Dipublish pada 15 Februari 2018 | Dilihat sebanyak 785 kali | Kategori: Blog

Pengertian dan Definisi

Untuk memudahkan pemahaman terhadap ketentuan dalam peraturan bangunan dan rencana kota, maka saya berusaha untuk memberikan pengertian / definisi berdasar kepada pasal pengertian yang terdapat dalam peraturan terkait maupun dalam bahasa bebas agar mudah dimengerti/ difahami.

  1. Izin Mendirikan Bangunan gedung yang selanjutnya disingkat IMB dalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah kepada Pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah,memperluas, dan/atau mengurangi bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan teknis yang berlaku.
  2. IPB (Izin Penggunaan Bangunan) adalah izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah bangunan selesai dilaksanakan sesuai IMB dan telah memenuhi persyaratan fungsi perlengkapan bangunan.
  3. KMB (Kelayakan Menggunakan Bangunan) adalah izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah habis masa berlakunya IPB ( yaitu 5 tahun untuk bangunan Non Rumah Tinggal dan 10 tahun untuk bangunan Rumah Tinggal ) dan telah dilakukan pengkajian bangunan oleh konsultan pengkaji bangunan serta dinilai memenuhi persyaratan kelayakan untuk berfungsinya bangunan.
    • Catatan : IPB dan KMB saat ini telah digantikan dengan Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Hal ini sesuai amanat dalam UU No.28 Tahun 2002 dan Perda No.7 Tahun 2010, serta Pergub No. …. tahun 2011.
  4. Sertifikat Layak Fungs (SLF) adalah sertifikat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah terhadap Bangunan Gedung yang telah dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi bangunan berdasar hasil pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagai syarat untuk dapatdimanfaatkan.
  5. Membangun adalah setiap kegiatan mendirikan, membongkar, memperbaharui, merubah, mengganti seluruh atau sebagian, memperluas bangunan atau bangun-bangunan.
  6. Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya maupun kegiatan khusus.
  7. Fungsi bangunan gedung adalah bentuk kegiatan manusia dalam bangunan gedung, baik kegiatan hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial dan budaya, maupun kegiatan khusus.
  8. Klasifikasi bangunan gedung adalah klasifikasi dari fungsi bangunan gedung berdasarkan pemenuhan tingkat persyaratan administratif dan persyaratan teknisnya.
  9. Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung tetap laik fungsi.
  10. Perawatan adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung tetap laik fungsi.
  11. Pelestarian adalah kegiatan perawatan, pemugaran, serta pemeliharaan bangunan gedung dan lingkungannya untuk mengembalikan keandalan bangunan gedung dan lingkungannya tersebut sesuai dengan aslinya atau sesuai dengan keadaan menurut periode yang dikehendaki.
  12. Pembongkaran adalah kegiatan membongkar atau merobohkan seluruh atau sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan dan/atau prasarana dan sarananya.
  13. Izin Pelaku Teknis Bangunan yang selanjutnya disingkat IPTB adalah izin yang diberikan oleh Dinas kepada pelaku teknis bangunan gedung yang terdiri dari perencana, pengawas pelaksanaan, pemelihara, dan pengkaji teknis bangunan gedung.
  14. Peruntukan adalah ketetapan guna fungsi ruang dalam lahan/lingkungan tertentu yang ditetapkan dalam rencana kota. Peruntukan lokasi ini menentukan jenis-jenis bangunan yang dapat didirikan pada lokasi tersebut.
  15. Bangunan Tunggal adalah bangunan yang harus memiliki jarak bebas dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping dan belakang.
  16. Bangunan Deret/ Rapat adalah bangunan yang diperbolehkan rapat dengan batas perpetakan atau batas pekarangan pada sisi samping.
  17. GSJ (Garis Sempadan Jalan) adalah garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota.
  18. GSB (Garis Sempadan Bangunan) adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui oleh bangunan kearah GSJ yang ditetapkan dalam rencana kota.
  19. Jarak Bebas Samping adalah ruang terbuka minimal pada sisi samping bangunan terhadap GSB dan batas perpetakan/ pekaranga, yang harus dipenuhi sesuai jenis peruntukan dalam rencana kota.
  20. Jarak Bebas Belakang adalah ruang terbuka minimal pada sisi belakang bangunan terhadap batas pekarangan dengan panjang ruang tertentu, yang harus dipenuhi sesuai jenis peruntukan dalam rencana kota.
  21. KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah angka prosentase perbandingan jumlah luas lantai dasar bangunan terhadap luas perpetakan atau luas daerah perencanaan.
  22. KLB (Koefisien Lantai Bangunan) adalah angka perbandingan jumlah luas seluruh lantai bangunan terhadap luas perpetakan atau luas daerah perencanaan.
  23. Perpetakan atau Kapling adalah bidang tanah yang ditetapkan ukuran dan batas-batasnya sebagai satuan-satuan yang sesuai dengan rencana kota.
  24. Daerah Perencanaan adalah bagian lahan/ pekarangan yang terletak dalam satuan perpetakan atau terletak didalam batas-batas perpetakan dan atau dibelakang GSJ.
  25. Ketinggian Bangunan adalah jumlah lapis bangunan yang dihitung dari dari permukaan tanah atau dari lantai dasar bangunan.
  26. Bangunan Rendah adalah bangunan dengan ketinggian bangunan sampai dengan 4 lapis.
  27. Bangunan Sedang adalah bangunan dengan ketinggian bangunan 5 sampai dengan 8 lapis.
  28. Bangunan Tinggi adalah bangunan dengan ketinggian bangunan diatas 8 lapis.
  29. Peruntukan Wisma adalah jenis peruntukan lokasi tanah/ lahan yang dapat didirikan bangunan untuk penggunaan rumah/ tempat tinggal. Jenis peruntukan Wisma dapat berupa jenis peruntukan :
    • WBS (Wisma Besar, atau
    • WSD (Wisma Sedang), atau
    • WKC (Wisma Kecil), atau
    • WTm (Wisma Taman), atau
    • WFL (Wisma Flat),
    • WSN (Wisma Susun), yang dapat didirikan Rumah Susun Murah, atau Apartemen, Condominium dengan ketinggian 4 lantai atau lebih sesuai batasan yang ditetapkan dan rencana kota.
  30. Peruntukan Karya Pekantoran (Kkt) adalah jenis peruntukan tanah/ lokasi yang dapat didirikan bangunan Kantor/ Perkantoran atau sejenisnya.
  31. Peruntukan Karya Perdagangan (Kpd) adalah jenis peruntukan tanah/ lokasi yang dapat didirikan bangunan Toko/ Pertokoan atau sejenisnya.
  32. Banyak jenis-jenis peruntukan lain, seperti WKT (Wisma Kantor), WDG (Wisma Dagang), KIN (Karya Industri), KPG (Karya Pergudangan), SPD (Suka Sarana Pendidikan), SSK (Suka Sarana Kesehatan), SRO (Suka Rekreasi dan Olah Raga),PHT (Penyempurna Hijau Taman), dsb.
  33. SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) adalah Surat Izin dari Gubernur untuk penggunaan tanah bagi bangunan bila kepemilikan tanah yang luasnya 5.000 M2 atau lebih.

Demikian lah macam-macam perijinan terkait properti, semoga dapat membantu dalam melengkapi legalitas properti Anda. Terimakasih.

Thanks & Regards,
AgenPropertiPurwokerto.com

Referensi : #IzinBangunan

Bagikan informasi tentang Perijinan Properti kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

PROMO Apartement Tana Babarsar...

Apartement Dijual
Harga Hubungi Kami
  • L. Bangunan: 21 m2
  • K. Tidur: 1
  • K. Mandi: 1

Dijual Rumah Villa Ada Kolam R...

Rumah Dijual
Rp 10.000.000.000 Nego
  • L.Tanah: 2.604 m2
  • L. Bangunan: 800 m2
  • K. Tidur: 12
  • K. Mandi: 10

STRATEGIS, Ruko Disewakan di P...

Ruko Disewakan
Rp 65.000.000/tahun
  • L.Tanah: 4000 m2
  • L. Bangunan: 100 m2
  • K. Tidur: 0
  • K. Mandi: 1

Dijual Rumah 3 Lantai Siap Hun...

Rumah Dijual
Rp 1.200.000.000 Nego
  • L.Tanah: 144 m2
  • L. Bangunan: 200 m2
  • K. Tidur: 4
  • K. Mandi: 3

Dijual Tanah di Purwokerto Sel...

Tanah Dijual
Rp 800.000.000 Nego
  • L.Tanah: 845 m2
  • L. Bangunan: 0 m2
  • K. Tidur: 0
  • K. Mandi: 0

Dijual Rumah dan Toko Strategi...

Ruko Dijual
Rp 1.100.000.000 Nego
  • L.Tanah: 160 m2
  • L. Bangunan: 120 m2
  • K. Mandi: 1

PUSAT KOTA, 0812-2002-2004, Di...

Rumah Dijual
Rp 1.500.000.000 Nego
  • L.Tanah: 270 m2
  • L. Bangunan: 200 m2
  • K. Tidur: 5
  • K. Mandi: 3

RUKO STRATEGIS, 0812-2002-2004...

Ruko Disewakan
Rp 100.000.000/tahun
  • L.Tanah: 94,5 m2
  • L. Bangunan: 216 m2
  • K. Tidur: 0
  • K. Mandi: 3

Konsultan Properti

Home Base
Jl. RA. Wiryaatmaja III No. 2
Kel. Kedungwuluh, Kec. Purwokerto Barat
Kab. Banyumas, Jawa Tengah

 

Mobile: +62 812-2002-2004
E-mail: askproperti@gmail.com

Kami adalah Konsultan Properti yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani jual beli sewa properti.

 

Jika Anda sedang mencari dan/atau menjual properti, Anda tidak perlu repot-repot mengurusnya sendiri. Hubungi kami, akan kami urus semua proses jual beli sewa properti Anda dan Anda dapat tetap fokus dengan pekerjaan dan bisnis Anda.

SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!