Dijual Tanah dan Bangunan Dekat Ka...
Rumah Dijual
Rp 7.767.000.000 Nego
  • LT: 1862 m2
  • LB: 500 m2
  • KT: 8
  • KM: 8
TERSEWA - Disewakan Ruko 2 Lantai ...
Ruko Disewakan
Rp 90.000.000/tahun Nego
  • LT: 140 m2
  • LB: 207 m2
  • KT: 2
  • KM: 2
Jual Tanah Strategis di Pusat Kota...
Tanah Dijual
Rp 1.200.000.000 Nego
  • LT: 420 m2
Dijual Rumah Villa Ada Kolam Renan...
Rumah Dijual
Rp 10.000.000.000 Nego
  • LT: 2.604 m2
  • LB: 800 m2
  • KT: 12
  • KM: 10
Tanah Strategis Dijual Dekat Kampu...
Tanah Dijual
Rp 1.050.000.000 Nego
  • LT: 415 m2
Beranda » Blog » Pajak Jual Beli Properti Yang Wajib Anda Ketahui

Pajak Jual Beli Properti Yang Wajib Anda Ketahui

Dipublish pada 7 November 2018 | Dilihat sebanyak 1.695 kali | Kategori: Blog

Jika Anda mempunyai properti [ rumah, ruko, tanah, kavling, gudang, villa ] ada baiknya Anda mengetahui pajak jual beli properti. Apalagi jika Anda hendak menjual atau membeli properti, Anda harus benar-benar tahu biaya-biaya yang timbul termasuk pajak jual beli properti. Kenapa begitu? Hal tersebut karena besarnya pajak yang harus dibayarkan akan berpengaruh pada uang yang diserahkan oleh pembeli dan uang yang diterima oleh penjual properti. Setelah Anda sebagai penjual atau pembeli menyepakati harga properti, Anda masih harus membayar biaya-biaya yang timbul termasuk pajak properti. Mari kita bahas satu persatu pajak yang berkaitan dengan objek pajak properti. Di bawah ini akan dijelaskan satu persatu mengenai jenis-jenis pajak yang berkenaan dengan objek pajak properti yang berpengaruh saat Anda melakukan jual beli properti.

pajak jual beli properti hub 0812-2002-2004

Jenis-Jenis Pajak

1. NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)

NJOP atau Nilai Jual Objek Pajak adalah nilai yang telah ditetapkan oleh negara sebagai dasar pengenaan pajak bagi PBB. NJOP ini berbeda-beda di setiap areanya. Dimana Anda bisa melihat NJOP? Anda bisa melihatnya di berkas pembayaran SPPT PBB. Setelah melihat besarnya NJOP, Anda baru bisa melakukan penawaran harga kepada penjual properti. Mengapa baru bisa melakukan penawaran harga? Hal itu karena ketika Anda melihat NJOP, Anda akan mengetahui besaran pajak dan seberapa tinggi rumah dijual di atas NJOP sehingga penawaran yang Anda lakukan bisa benar-benar sesuai dengan perhitungan.

2. NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak)

NPOP atau Nilai Perolehan Objek Pajak yaitu nilai atas perolehan hak atas tanah dan bangunan dalam perhitungan BPHTB. Dalam hal ini, NPOP adalah nilai yang sudah disepakati antara penjual dan pembeli properti yang tercantum dalam perjanjian pengalihan hak.

3. PPh (Pajak Penghasilan)

Pajak penghasilan ini lebih kepada pajak yang dibebankan untuk penjual properti. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 2,5% dari harga jual properti. Pajak ini akan dianggap selesai dibayar jika sudah dilakukan pemotongan, pemungutan atau penyetoran sendiri oleh wajib pajak, dalam hal ini adalah si penjual properti.

4. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Kebalikan dengan PPh atau Pajak Penghasilan, BPHTB ini lebih kepada pajak yang dibebankan untuk pembeli properti. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 5% dari harga jual, namun masih dikurangi lagi NPOPTKP atau Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Pembeli rumah harus membayar pajak ini sebagai tanda atas perolehan hak atas tanah dan bangunan yang telah dibelinya.

5. NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak)

Setelah mengetahui BPHTB, kini saatnya berkenalan dengan NPOPTKP atau Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. NPOPTKP adalah nilai untuk pengurang perhitungan BPHTB atas peroleh hak tanah dan bangunan. Nilai dari NPOPTKP ini berbeda-beda tiap wilayahnya, sehingga pengurangannya pun akan berbeda-beda tiap wilayahnya.

6. NPOPKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak)

NPOPKP ini adalah dasar untuk pengenaan pajak BPHTB.

 

Perhitungan Pajak Jual Beli Rumah

Setelah mengetahui jenis-jenis pajak jual beli properti yang telah dijelaskan di atas, mari kita mencoba mempraktekkan bagaimana menghitung jumlah pajak yang harus dibayarkan penjual maupun pembeli saat dilakukan jual beli properti. Mari kita berhitung dengan ilustrasi sebagai berikut:

Di wilayah Purwokerto terdapat transaksi jual beli rumah dengan luas tanah 300 m2 dan luas bangunan 150 m2. Harga tanah tersebut berdasarkan NJOP sebesar Rp 800.000,- per m2 dan nilai bangunan sebesar Rp 700.000,- per m2. Lalu berapakah pajak yang harus dibayarkan oleh penjual rumah (PPh) dan pajak yang harus dibayarkan oleh pembeli rumah (BPHTB)?

A. Perhitungan PPh

Pertama-tama kita akan menghitung pajak yang harus dibayarkan oleh penjual rumah (PPh). Yuk disimak cara menghitung PPh. Begini perhitungannya:

Harga Tanah: 300 m2 x Rp 1.000.000,- = Rp 300.000.000,-
Harga Bangunan: 150 m2 x Rp 1.500.000,- = Rp 105.000.000,-
————————————————————————- +
Jumlah harga penjualan rumah = Rp 525.000.000,-

Jadi berapakah PPh yang harus dibayarkan oleh penjual rumah? Pajak yang harus dibayarkan sebesar:
2,5% x Rp 345.000.000,- = Rp 13.125.000,-

B. Perhitungan BPHTB

Setelah menghitung pajak yang harus dibayarkan oleh penjual properti (PPh), mari kita menghitung pajak yang harus dibayarkan oleh pembeli properti (BPHTB). Sebelum mulai menghitung BPHTB, kita harus mengetahui terlebih dahulu Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau NPOPTKP properti yang dibeli. Karena transaksi jual beli properti di wilayah Properti, maka NPOPTKP nya disesuaikan dengan nilai di wilayah Purwokerto, yaitu Rp 60.0000.000,-. Setelah mengetahui NPOPTKP mari kita menghitung BPHTB nya. Begini cara perhitungannya:

Harga Tanah: 300 m2 x Rp 1.000.000,- = Rp 300.000.000,-
Harga Bangunan: 150 m2 x Rp 1.500.000,- = Rp 105.000.000,-
————————————————————————- +
Jumlah harga pembelian rumah = Rp 525.000.000,-

Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) = Rp 60.000.000,-

—————————————————————————————————--

Nilai untuk perhitungan BPHTB = Rp 465.000.000,-

Jadi berapakah BPHTB yang harus dibayarkan oleh pembeli rumah?
BPHTB yang harus dibayarkan sebesar 5% x Rp 465.000.000,- = Rp 23.250.000,-

Nah begitulah cara perhitungan pajak bagi penjual maupun pembeli properti. Mudah kan? Anda bisa langsung mempraktekkannya saat Anda ingin menjual atau pun membeli properti. Selanjutnya setelah mengetahui pajak jual beli properti, Anda juga wajib mengetahui biaya-biaya tambahan selain pajak yang timbul dari jual beli properti. Apa saja tambahan biaya tersebut, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Biaya-Biaya yang timbul dari Jual Beli Properti

Ternyata selain pajak, ada pula biaya-biaya tambahan lainnya jika Anda hendak menjual atau membeli properti. Berikut beberapa biaya tambahan yang timbul dari jual beli properti:

1. Pemeriksaan Sertifikat

Pemeriksaan sertifikat di sini adalah pemeriksaan sertifikat properti yang dilakukan oleh calon pembeli supaya dapat memastikan bahwa sertifikat properti yang hendak dibeli tidak cacat. Maksudnya adalah sertifikat properti yang hendak dibeli bukanlah sertifikat palsu, bukanlah sertifikat ganda, tidak di blokir, sita atau dalam proses sengketa dengan pihak lain. Di mana Anda harus memeriksa sertifikat tersebut dan berapa biayanya? Pemeriksaan sertifikat rumah dilakukan di BPN (Badan Pertanahan Nasional). Jadi, Anda hanya datang ke BPN dan menyerahkan dokumen-dokumen yang ingin diperiksa. Biayanya? Biayanya 0 Rupiah alias gratis. Anda hanya membutuhkan waktu dan biaya per-ongkos-an saja.

2. Biaya AJB (Akta Jual Beli), BNN (Biaya Balik Nama), dan Notaris

Untuk biaya AJB (Akta Jual Beli), BBN (Biaya Balik Nama), dan Notaris biasanya ditanggung oleh pembeli rumah. Biaya yang harus dikeluarkan untuk itu biasanya berkisar antar 0,5% sampai 1% dari transaksi. Namun adakalanya untuk pembayaran biaya notaris tidak hanya ditanggung oleh pembeli, tetapi bisa saja ditanggung oleh kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli rumah, tergantung kesepakatan.

3. Biaya KPR

Biaya KPR disini dibayarkan jika Anda membeli properti atau rumah tidak secara CASH melainkan secara kredit atau pinjaman ( KPR ). Biasanya biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya KPR ini sebesar 4% sampai 5% dari total pinjaman/plafon. Biaya KPR ini meliputi biaya administrasi, provisi, dan lain sebagainya.

4. Fee Agen/Broker

Jika Anda ( Penjual ) menggunakan jasa Agen Properti maka Anda harus mengalokasikan dana untuk membayar fee agen jika properti tersebut terjual melalui jasa agen properti. Besaran fee agen variatif kisaran angka minimum 2% (sesuai Pasal 10 (2) Permendag No 33/2008 maka ditetapkan besarnya komisi adalah paling sedikit 2 % dari nilai transaksi. ) dan maksimum sesuai kesepakatan antara penjual dan agen. Perlu Anda ketahui sebagai pemilik properti, menjual properti tidaklah mudah.. Anda harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan bertemu untuk survey dengan para calon pembeli. Dan perlu Anda ketahui orang-orang yang kemungkinan akan menghubungi anda adalah orang-orang dengan berbagai latar belakang dan minat dalam membeli properti, artinya.. Anda harus bisa mendefinisikan mana orang yang sekedar liat-liat (minat membeli properti tapi masih meraba dan belum ada kesiapan dana yang jelas), 80% minat (karena sudah punya kriteria properti yang jelas dan siap dana) dan oknum yang berniat jahat dengan berpura-pura menjadi calon pembeli. Jika Anda tidak siap dengan keadaan diatas, serahkan saja properti Anda kepada Agen Properti yang sudah berpengalaman. Jam terbang yang tinggi dan pengetahuan yang mumpuni adalah intelektual properti yang dimiliki oleh seorang agen properti, maka dari itu hargailah hasil kerjanya dengan memberikan fee yang pantas syukur ada bonus diluar kesepakatan (bukan malah menekan fee serendah mungkin).

5. Biaya Lain-Lain

Biaya lain-lain yang dimaksud di sini adalah biaya yang sepenuhnya masih ditanggung oleh penjual rumah jika sampai pada saat serah terima masih belum terlunasi. Apa sajakah biaya itu? Biaya itu antara lain meliputi biaya pajak rumah, air PAM, listrik, dan biaya-biaya lainnya.

Bagaimana…?? Sudah lebih mengenal biaya-biaya yang timbul termasuk pajak jual beli properti? Ternyata Anda sebagai penjual dan pembeli tidak hanya memikirkan berapa harga jual rumah saja, Anda juga harus mengerti pajak dan biaya tambahan lain yang harus dibayarkan di luar harga properti. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda tentang pajak jual beli properti dan biaya-biaya yang timbul dari sebuah transaksi jual beli properti, sehingga saat Anda menjual atau membeli properti Anda sudah siap dengan estimasi dana yang harus dikeluarkan oleh pembeli maupun yang diterima oleh penjual.

Bagikan informasi tentang Pajak Jual Beli Properti Yang Wajib Anda Ketahui kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

PROMO Apartement Tana Babarsar...

Apartement Dijual
Harga Hubungi Kami
  • L. Bangunan: 21 m2
  • K. Tidur: 1
  • K. Mandi: 1

Dijual Rumah Villa Ada Kolam R...

Rumah Dijual
Rp 10.000.000.000 Nego
  • L.Tanah: 2.604 m2
  • L. Bangunan: 800 m2
  • K. Tidur: 12
  • K. Mandi: 10

STRATEGIS, 0812-2002-2004, Dis...

Ruko Disewakan
Rp 110.000.000/tahun Nego
  • L.Tanah: 150 m2
  • L. Bangunan: 280 m2
  • K. Tidur: 0
  • K. Mandi: 3

RUKO STRATEGIS, 0812-2002-2004...

Ruko Disewakan
Rp 100.000.000/tahun
  • L.Tanah: 94,5 m2
  • L. Bangunan: 216 m2
  • K. Tidur: 0
  • K. Mandi: 3

SIAP HUNI, Dijual Rumah Siap H...

Rumah Dijual
Rp 500.000.000 Nego
  • L.Tanah: 120 m2
  • L. Bangunan: 45 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 2

CLUSTER, 0812 2002 2004, Dijua...

Rumah Dijual
Rp 365.000.000
  • L.Tanah: 72 m2
  • L. Bangunan: 36 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

PUSAT KOTA, 0812-2002-2004, Di...

Rumah Dijual
Rp 1.500.000.000 Nego
  • L.Tanah: 270 m2
  • L. Bangunan: 200 m2
  • K. Tidur: 5
  • K. Mandi: 3

Konsultan Properti

Home Base
Jl. RA. Wiryaatmaja III No. 2
Kel. Kedungwuluh, Kec. Purwokerto Barat
Kab. Banyumas, Jawa Tengah

 

Mobile: +62 812-2002-2004
E-mail: askproperti@gmail.com

Kami adalah Konsultan Properti yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam menangani jual beli sewa properti.

 

Jika Anda sedang mencari dan/atau menjual properti, Anda tidak perlu repot-repot mengurusnya sendiri. Hubungi kami, akan kami urus semua proses jual beli sewa properti Anda dan Anda dapat tetap fokus dengan pekerjaan dan bisnis Anda.

SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!